(hai) untuk kedua kalinya
Semenjak hidupku hancur (dalam artian jatuh), lagi-lagi aku mulai belajar hal yang sudah lama kutinggalkan, yaitu ulangan dengan hasil kerja keras sendiri. Inilah mengapa sudah ditakdirkan oleh Allah, melalui guru, aku ditempatkan yang posisinya susah mencontek. Bahkan aku sendiri pasrah ketika tak bisa menjawab beberapa soal waktu ulangan.
2 jam lalu (pukul 3 lewat) aku membuka LINE dan melihat grup chat kelas. Ternyata nilai matematika wajib sudah keluar! Omg! Langsung kubuka fotonya dan ternyata... nilaiku hanya 87.5. Sedangkan, orang-orang yang tentunya tidak kupercayai telah belajar mendapatkan nilai kepala 9. Seketika aku kesal. Kenapa? Kenapa kalian bertanya-tanya kepadaku dan ternyata nilai kalian diatasku? Kalian belajar lagi atau gimana? Jujur aku benar-benar kesal. Sehingga kekesalan itu berubah menjadi sebuah air mata. Biasanya aku gak ngurus nilai "mereka", sekarang malah dibuat baper. Bapernya nangis pula haha.
Kebayang kan gimana rasanya sudah belajar mati-matian dan nekat nahan kantuk tapi hasilnya...? Dikalahin sama anak yang *** !
Sakit iya
Sabar iya
Sedih iya
Seneng engga
Biasanya kalau di kartun-kartun gitu temennya dapat lebih bagus daripada kamu kan seneng, lha ini malah kesel dan sedih. Hahahaha.
Jadi, lain waktu di materi selanjutnya jangan tanya aku ya. Aku juga akan menyibukkan diri dengan pelajaran MIPA dan Bahasa (Indo & Ing).
No comments:
Post a Comment