(hai)
Sekitar 4 tahun lalu, aku berkenalan dengan seseorang. Sebut saja dia R. Dia lebih tua dariku. Umur kami berbeda 10 tahun. Dia perempuan dan Alhamdulillah religi kami sama. Kami berkenalan lewat media sosial. Kami sama-sama menyukai anime, dan kami "fujoshi".
Otak kami memang suka sengklek kalau sudah ngomongin 07-Ghost, lebih tepatnya ngomongin Frau dan Gido. Kami berdelusi melalui obrolan, ya jadi sengklek. Aku masih ingat pernah sampai obrolan dewasa (笑).
Sekitar 3-4x aku berganti laki-laki untuk di-LDRkan(笑). D, A, A, V.. dia pun juga begitu. A (dibawah umur;my ex ldr), A, E. Hingga yang terakhir, G.
Sempat bingung dengannya kenapa memilih G?
Sebagai teman yang baik (tentunya), aku mencoba menasihatinya dengan baik dan mengingatkannya akan konsekuensi tersebut. Sempat kami tidak ngobrol berminggu-minggu, berbulan-bulan. Hingga akhirnya dia memutuskan jalannya. Kaget waktu kutengok akunnya, tiba-tiba dia...
.
..
...
..
.
Jadi ini keputusanmu?
Sejak kapan?
Tahu konsekuensinya?
18 November kemarin dia menikah. Selamat!
...dan begitulah kisah seseorang yang dikalahkan oleh cinta. Rasanya seperti..
"Tak ada opsi lain. Waktu terus berjalan. Sudah harus menemukan pasangan sehidup semati. Jika aku melepaskannya, mungkin aku tidak akan mendapatkannya lagi."
No comments:
Post a Comment