tak sengaja terlintas di otak saya untuk membuat postingan ini
tapi saya tak akan lupa dengan orang yang telah membuat sekitar saya menjadi hancur
mungkin saya yang tidak handal dalam pergaulan
atau mungkin memang saya salah satu dari ribuan atau mungkin milyaran banyak orang yang unfortunate dalam hidup
kebahagiaan manusia selalu direnggut oleh manusia lain
bahkan kebahagiaan itu sendiri hilang karena manusia lain
ini mungkin kedua kalinya saya merasakan hal tersebut
awal semester genap, saya hanya ingin fokus belajar saja
tapi semua itu dihancurkan oleh salah satu manusia yang berpikiran untuk menaruh anak dibawah di depan
saya tidak menyalahkan guru BK, tapi saya lebih suka cara anak kelas tetangga menata bangku mereka
saya dipisahkan oleh orang yang saya anggap dekat di sekolah
mungkin sudah takdir
bahkan sudah 2 bulan ini saya belum terbiasa dengan lingkungan baru sekitar saya
bahkan yang tadinya anak-anak tersebut di depan ujung-ujungnya mereka kembali ke belakang
sebenarnya itu hanya strategi anda untuk menjatuhkan grade saya, bukan?
"teman memang selalu menjatuhkan"
itu yang dikatakan nenek saya kepada saya
terimakasih berkat anda saya jadi kesusahan dalam belajar dari pojok
saya ingin protes ke guru BK tapi belum pas timingnya
saya harus menahan rasa kantuk saya dan kurangnya motivasi belajar di kursi baru ini
mungkin setan yang selalu mengganggu saya sampai saya ngantuk
bahkan saya sendiri tidak tahu ini saya ketik berdasar bisikan setan atau bukan
saya juga tidak tahu setelah mengetik 'berdasar setan/bukan' itu sebuah bisikan jahat atau dari hati kecil saya
seharusnya saya sudah terbiasa untuk dipisah begini
karena setahun lalu saya ditinggal duduk sendiri oleh chairmate saya
Alhamdulillah dia kembali lagi walau harus mengorbankan sesuatu yang berharga dalam dunia sosialita
ada satu faktor lain yang membuat saya tidak dapat menjalankan apa yang saya mau di kelas
yaitu "anda"
anda faktor kedua yang menghancurkan itu
tak usah menyebut merk, cukup anda saja pasti anda tahu yang saya maksud adalah "anda"
tahu tidak rasanya ketika kita membutuhkan seseorang yang (mungkin) berarti bagi hidup kita itu seperti apa?
layaknya kita membutuhkan 'teman' untuk membantu kita bila kita mengalami hal sulit
sama halnya dengan saya,
ketika saya membutuhkan orang yang saya butuh sebagai moodbooster, dengan gampangnya menghancurkan saya
ya, saya akui ini cukup lebay
bahkan orang luar negeri yang mau menikah lalu dikhianati dapat melalui harinya selama 30 hari
bagaimana dengan saya?
sebenarnya saya butuh apa?
saya sangat tertutup dengan keluarga sendiri
kakak saya dan saya semenjak saya menginjak SD sudah jarang mengobrol
saya sempat dilempari buku olehnya sambil diomelin
kami sempat jambak-jambakan
kami sudah seperti musuh bebuyutan yang masih tingkat awal
tapi tetap saja
saya kurang suka dengan kakak saya karena saya takut dia marah kepada saya
kami juga berbeda aliran
dia suka korea, saya suka jepang
makanya kami jarang ngobrol
dia lebih emosian dari saya, makanya ayah saya patuh terhadapnya
hahahaha curhat?
apakah saya kurang perhatian?
padahal saya masih punya wali, yaitu nenek saya sendiri
tetapi tetap saja, rasanya diperhatikan ibu kandung dan wali (ibunya ibu kandung saya) itu jelas berbeda
bahkan saya penasaran bagaimana rasanya anak kelas 6 SD dicintai sosok seorang ibu
saya belum kesampaian curhat dengan almarhumah ibu saya
bocah umur kelas 4 SD tahu apa sih?
apa sih yang mereka rasakan?
kembali ke pembicaraan awal, saya 'sangat cukup' dihancurkan oleh anda
karena itu, saya berhenti untuk curhat ini itu
cukup sakit ketika saya dapat balasan yang 'sangat sangat normal seperti.... bukan urusan gue?' dari anda
adakah yang mengerti?
hanya Allah. ya.
'sibuki diri anda sendiri'
'lakukan aktivitas yang membuat anda senang'
susah tau membuat orang yang membuat kita tersenyum sebagai penyemangat hidup
tapi orang itu telah menghancurkan kita
kembali ke reality,
mau seberapa banyak delusi yang saya buat,
tidak mengubah segalanya
mau saya mengharapkan lucid dream pun juga percuma
bahkan mungkin saya akan tertidur selama ±10jam hanya untuk 'sesuatu yang tidak terwujud irl' dalam lucid dream
'aku akan bahagia jika dia bahagia'
saya teringat dengan film THE GUYS yang saya tonton tanggal 14 kemarin
walaupun kasusnya adalah orang tua dari alfi dan pacarnya itu kelihatannya saling suka,
dan si perempuan bilang 'aku bahagia kalau papa bahagia',
membuat alfi rela melupakan si perempuan ini demi kebahagiaannya
tapi ya akhirnya mereka berdua memang tidak dipersatukan haha
beda kasus bukan?
mau bahagia butuh rasa sakit yang dalam
inilah hidup
anda yang menentukan rute anda sendiri
waktu itu saya menentukan rute saya berdasar pendapat anda
bodoh, bukan?
hingga akhirnya saya yang terpukul
nilau-nilai saya cenderung turun
malas untuk beraktivitas
sekalinya aktivitas, itu hanya main GO
tidak bermanfaat haha
saya telah mencoba untuk belajar
tapi entah otak atau hati saya yang menolak untuk belajar
saya telah mencoba untuk refreshing, entah itu ke KRB atau hangout dengan teman saya
tapi itu tidak menghilangkan rasa sakit dan sedih saya
mengapa?
mengapa sulit sekali untuk menghilangkan perasaan ini?
'cara terbaik untuk bisa move on setelah patah hati adalah dengan membangun hubungan yang baru'
hubungan yang baru?
hubungan yang macam apa?
suka? tertarik? cinta? pacar? ttm?
konsekuensinya apa?
apakah membuatnya akan menyebabkan zina?
kenapa sungguh tidak masuk akal dalam pikiran saya?
setelah saya pikir-pikir, mengapa orang begitu bijaknya dalam hal ini?
mengapa kalian tidak memikirkan konsekuensinya?
mengapa tidak terlintas dipikiran kalian tentang zina?
otak saya penuh dengan banyak pertanyaan
-will be continued kalau ada yang ingin diketik lagi-
No comments:
Post a Comment